Sejarah 0

Sejarah Kami

Sejarah Paroki Santo Antonius Padua Muntilan dimulai pada tahun 1895 ketika 137 orang dibaptis di Muntilan, menandai awal misi Katolik di sana. Perkembangan signifikan terjadi setelah kedatangan Pastor Van Lith dan Pastor Hoevenaars pada tahun 1897, yang kemudian menjadikan Muntilan sebagai pusat kaderisasi penting. Peristiwa penting lainnya adalah pembakaran kompleks misi pada 20 Desember 1948, yang menyebabkan wafatnya Romo Sanjaya dan Fr. Herman Bouwens, serta pembangunan gereja modern pada tahun 1913 yang selesai dan ditahbiskan pada tahun 1915. 
 
Awal mula dan perkembangan awal
  • 1895: Misi Katolik dimulai dengan baptisan 137 orang di Muntilan.
  • 1897: Romo Van Lith dan Romo Hoevenaars tiba dan berperan penting dalam mengembangkan karya misi dengan menyesuaikan diri dengan budaya lokal.
  • 1904: Romo Van Lith membaptis 171 orang di Sendangsono, yang merupakan tonggak penting dalam perkembangan misi di wilayah tersebut.
  • Pembentukan kaderisasi: Muntilan menjadi pusat penting untuk kaderisasi dan penggemblengan bagi Gereja Katolik di Indonesia.
  • Pendidikan: Romo Van Lith juga mendirikan pendidikan Katolik untuk masyarakat lokal yang dikenal sebagai Xaverius College. 
 
Peristiwa penting
  • 1948: Pada 20 Desember 1948, terjadi pembakaran kompleks misi, termasuk gereja.
  • Kemartiran: Peristiwa ini juga menyebabkan wafatnya Romo Sanjaya dan Fr. Herman Bouwens.
  • 1950: Paroki Santo Antonius saat itu meliputi wilayah Kedu bagian selatan dan kemudian dibagi menjadi beberapa stasi dan kring, yang beberapa di antaranya berkembang menjadi paroki baru. 
 
Pembangunan dan desain gereja
  • 1913-1915: Pembangunan gereja yang ada sekarang, dengan arsitek Fermon dan Cuypers.
  • 1915: Gereja ditahbiskan oleh Mgr. Luypen.
  • Desain: Desain gereja dari luar tidak mencolok, dibuat dengan konsep "tepa selira" untuk menghormati masyarakat Jawa yang sederhana, namun tetap memiliki keindahan sebagai gereja Katolik. 
 
Perkembangan di masa depan
  • Stasi menjadi paroki: Beberapa stasi yang awalnya merupakan bagian dari Paroki Muntilan kemudian berkembang menjadi paroki baru, seperti Paroki Sumber, Paroki Tumpang, Paroki Salam, Paroki Mertoyudan, dan Ngawen.
  • Museum Misi: Di kompleks Gereja Santo Antonius terdapat Museum Misi yang menyimpan sejarah perjalanan misi di Muntilan. 
Baca Selengkapnya